Pelankan suaramu..

Kumulai lagi percumbuan dengan keyboard setelah 16 bulan kuterlantarkan oleh perburuan masa depan.

Sekarang aku berdiri tepat diantara ribuan akumulasi putusan yang kubuat beberapa waktu silam. Ya,inilah aku sekarang, seorang Marketing / Pa'balu pada sebuah perusahaan otomotif di wilayah Makassar. Di dunia ini yang perlahan tapi pasti mengikis ingatan akan petualangan dan estetika hidup,namun inilah jalannya.

" Karena tidak mendapatkan cintanya maka putri Zein membawa cintanya ke jalan sunyi, jalan para Sufi yang menghabiskan hidupnya tuk mencinta di dalam sujudnya".

Pesta bertualang tak akan kuhentikan sampai disini, meskipun si Masa Depan meminta jalur lain. Teriakannya kadang memekik telinga, janji manisnya kadang melambungkan angan.

Namun balasku, "Oke,kuikuti jalanmu,hanya saja, pelankan suaramu..


_Penulis malam, Broo  7 April 2014







Posted by
Unknown

More

Agustus Subuh Ini

"Like a lier looking for forgiveness from a stone" (Green Day - 21 Guns)

Agustus segera beranjak..
Setelah sempat kutitipkan awal kisah ini bersamanya..

Agustus menua..
Meminta September melakukan tugasnya..
Seperti Juli yang telah bersedia memberi ruang hidup..
Aku dan dia..

Agustus di penghujung malam..
Melukis cerita - cerita..
Cerita abadi nan fana..
Cerita sejarah..

Agustus meminta pamrih..
Bahwa cerita yang kumulai..
Hendaknya terus berbaris..
Hingga dia datang lagi..

Cepatlah datang lagi..
Akan kuhadiahkan paling tidak tiga puncak lagi..



_penulis malam

Posted by
Unknown

More

Jelajah Gn. Rinjani (3726 mdpl) 2011


                                                    Daya sarwa buthesu (belas kasih kepada sekalian makluk).

    Jika diharuskan memilih satu diantara gugusan gunung di seluruh nusantara,maka tak pelak akan kupilih gunung cinta dewi Anjani ini. Rinjani, begitu gunung ini disebut, gunung tempat pertapaan Damar Wulan sebelum mengalahkan Menak Jinggo. Surga bagi mata ramah tak terjaga, surga para penikmat alam.

    Sebagai penggiat alam bebas,saya menaruh Gunung Rinjani pada posisi teratas dalam daftar "Harus pergi"nya saya,menyusul Gunung Semeru (3676 mdpl) di Malang. Lelah berkutat dengan hal kecil dari masa depan (baca : skripsi), mengusik ide untuk rehat sebelum yudisium. "Yah,kenapa tidak?" Ungkapku setelah terpikirkan untuk melakukan pendakian lagi. "Dengan dana segini,saya rasa sudah bisa". batinku lagi seraya menghitung saldo buku rekening senilai Rp. 1.600,000,-. 

     Seusai ujian akhir, kulanjutkan mencari tahu rekan yang berminat untuk bergabung dalam tim pendakian bersamaku. Tak sesulit memanjat pohon kelapa untuk mendapatkan teman perjalanan, Oghie ikut. Sosok tinggi besar dengan senyum ramah yang tak jarang menghiasi wajahnya. Oghie adalah rekan seangkatan di UKM kampus Technic Study Club (The Eight Session), dia juga tercatat sebagai anggota MAHADIPA (Mahasiswa Dipanegara Pecinta Alam). Kesediaannya dibuktikan dengan mengajakku menemaninya belanja membeli seluruh perlengkapan trekking hari itu juga.

     9 September 2011/23.00 Wita - Benteng Fort Rotterdam. Nada pesan ponsel berbunyi. "1 New Message" dari Oghie yang isinya "ada kudpt tiket tgl 11 jam 04.30 subuh,bemana?". Tanpa banyak berpikir panjang lagi, segera me-reply sms tersebut, "y".

      Tersisa waktu sehari memaksaku menciptakan misi baru,yaitu pelimpahan tugas menjilid skripsi kepada partner skripsi (hehe..paling bisa) dan lanjut pada misi "prepare and packing". Waktu terasa berjalan cepat karena danau Sagara Anakan telah hinggap di angan-angan. Danau dengan luas sekitar 1100 ha dan di  ujung Danau ini terdapat Gunung Barujari yang merupakan Anak dari Gunung Rinjani. Danau yang pada waktu-waktu tertentu sering dipadati umat hindu yang melakukan upacara disini.

     H-1 personil tim bertambah satu, jadi tiga. Iqbal,akrab disapa ci'ba',salah satu rekan Oghie di kampus AMIK Profesional dan UKM Coconut Computer Club. Pendakian adalah hal baru yang ingin dicoba olehnya, Pemuda yang satu ini memilii sense of humor yang tinggi dengan guyonan khas logat makassarnya mampu dengan cepat mengabkrabkan kami yang baru saja bersua.


Berlanjut..
Penulis malam_    




    

Posted by
Unknown

More

Seeds from your tears

Mesra kalimat kadang tak mewakili kebenaran laku.

     Beberapa hari belakangan ini adalah hari yang menjadi khayalan di masa lalu, Ya!,Kamu yang merubah khayalan itu menjadi nyata saat ini. Semulanya tak ada pertanda akan datang khayalan itu dalam bentuk riil,sampai akhirnya itu benar-benar terjadi.

     Syukron Ya Rabb, Terima kasih Lembah Pengharapan karena telah menjelaskan jalan yang ternyata sudah ada tanpa tersadari sebelumnya. Mungkin ini jawaban dari tiga tahun kerelaan melihatmu menjalani harimu dengan dia yang bukan aku. Tiga tahun semenjak kuutarakan perasaanku yang tersendak di kamu, Di kamu yang sebenarnya termiliki.

     Aku tak melihat ini sebagai kesempatan, Tetapi alasan untuk tidak membuatmu larut. Larut akan tingkah dia yang kupercaya bisa senangkanmu. Sulit memang menutup goresan-goresan luka, Butuh waktu dan keberanian untuk melepas, Tapi aku bisa menemanimu melaluinya jika kau izinkan. Tak akan ada pamrih, Tak akan meminta balasan untuk itu.

     Aku akan tetap dengan perasaanku, Namun juga tetap tak akan memaksamu untuk menanggapi. Segala kuasa kuserahkan untuk kau tentukan kini atau nanti. Apapun itu yang kau putuskan, Jangan khawatirkan aku. Tiga tahun mengajarkanku keikhlasan.



Penulis malam_



Posted by
Unknown

More

Dia itu siapa...??

Men act and women appear. Men look at women. Women watch themselves being looked at.”
John Berger, Way of Seeing.


Duduk diatas motor dibawah pohon di area parkir kampus,seperti hari biasa,ngopi darat sambil menunggu kuliah selanjutnya.


Ditemani Ikbal yang asyik dengan presentasinya tentang teman se'paket' waktu semester satu,seolah tanpa bernafas menjelaskan kekagumannya pada sebuah makhluk halus  yang satu itu. Jadi teringat makhluk halusku sendiri (.....................). Gadis Sorong berdarah mayor Enrekang,bermata burung elang tajam di setiap tatapannya,lesung terpahat di dua pipinya,setiap geraknya bagai tarian dari langit,senyum bagai morfin yang bikin mati rasa. "bondeng - bondeng surabaya" istilahku.

Pertama lihat awal kuliah semester 5,waktu itu rambutnya masih telanjang tanpa penutup (baca : kerudung),panjang sepunggung sedikit ikal,beberapa helai off side keluar. Tak henti menatap hingga dia menghilang di balik tembok yang mengarah kantin kampus. Astagfirullah,Ampuni hambamu Ya Rabb Ya Karim,Mata tak kuasa mengikuti jalur  keindahan ciptaan-Mu, meminta hati mengingkari Cinta yang Maha Agung. 

Hari itu menjadi awal munculnya jiwa ke-detektif-an untuk mencari identitas dia yang menyempurnaku. Dari mana asalmu..?? terbuat dari apa dirimu...??  apa yang kau pakai...?? dan apa yang kau tawarkan padaku..?? mengapa hati selalu saja menagih mata untuk melihatmu..?? Ungkapku dalam hati. (puitis abal abal,wkwkwkwk..).

"A weak girls behind a strong mask". Ide pertama yg tersimpulkan dari sedikit data yang sudah di dapatkan selama beberapa hari interogasi. Next day,changing hope to hopeless. "adami pacarnya kak." kata seorang teman dekatnya, Oh my godness, apa yang kau rencanakan buatku...?? kenapa begini lagi...??.

"Berhentima",Kubilang. Setelah hari itu tak ada gerakan cari tau lagi,meditasi mencari beberapa cabang jalan yang bisa ditempuh,baik dan jahat. Apa yang kudapat adalah bahwa neraka terburuk yang dapat dipahami adalah saat seseorang dipisahkan dari yang dicintainya. "itumi jalannya kah..??" 


to be continued......


Makassar,July 03 2010

Posted by
Unknown

More

Sekedar bertanya saja

aye,my lady...
aye,my lady...

aye,my lady...

    Hampir setiap perbincangan kuawali memuja, Tuhan pun akan cemburu. Perbincangan yang kadang kita sendiri tak tahu kemana orientasinya. Ada tendensi untuk selalu merayu dengan nada canda,yang kau tangkap mesra dengan candaan pula. 

     Serius kadang kita,meracau pun kita tak jarang. Serdadu-serdadu harapan kadang menyelinap diantara simbol-simbol raut wajah yang kutekan tanpa berharap selir-selir nuranimu tanggapi, karena seluruh bahasa yang kau keluarkan melegitimasi ke-sendiri-anmu. Tak sekali juga kau selip arak untukku,untuk apa yang sedang kukejar. Memabukkan memang, namun tak cukup untuk membuatku kehilangan sadar dan kehilangan "iya"mu lagi.

    Andai kau ijinkan,sekedar bertanya saja : "Seberapa kah aku..??





Penulis malam_ 22.48 /  29-06-2012

Posted by
Unknown

More

Ramma' ,When 2 Beautiful thing's meet. Part 5

"Sebelum membaca lebih jauh,perlu penulis sampaikan bahwa cerita ini tidak akan memiliki akhir. Penulis hanya sekedar menyelesaikan sampai pada Judul,niat  awal penulis. Atas segala kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala keterbatasan ide dan kekurangan dari cerita kami".
    
     Sejenak menghilangkan peluh di bibir talung,terbersit sedikit kekecewaan ketika tak mampu memperlihatkan sedikit nikmat alam kepada mereka sebelum turun lembah. Satu per-satu tampak meneguk pesismis melihat calon trek yang akan mereka lalui selanjutnya sebelum tiba di tempat camp. Duduk di sela - sela Tamtam dan Rivat,kusengajakan diri tak memulai duluan mengajak untuk lanjut,biar mereka yang mengajak, Agar terkesan masih ada semangat, setidaknya salah satu dari mereka.

     Keringat hampir membasahi seluruh wajah sang penikmat alam,menuruni punggung lembah dengan level grid mencapai satu memaksa kami menggunakan keempat kaki kami (tedong ka..??) :D. Sedikit menahan hamstring yang melanda anckle, sebisaku menahan genjotan carrier dan kram dari pinggul ke ujung persendian kaki. "Harusnya nda jatuh tadi waktu masih di kebun".sesalku menahan Nyut-Nyut. Leader juga manusia biasa yang bisa capek  + hamstring, namun semangat ingin menyajikan ke mereka sedikit bagaimana menikmati hidup membuat efeknya berubah menjadi bahan bakar terbarukan yang diolah menjadi energi Turbo boost (mohamma'ee).

      Bias pukau terlihat terpahat di wajah mereka ketika melihat hamparan tanah lapang yang di tumbuhi ilalang,di petak oleh aliran-aliran sungai kecil yang hampir mengelilingi seluruh area,dan beberapa tenda yang bersusun rapi menambah komposisi view menjadi lebih eksentrik,belum lagi sapi gembala penduduk lokal membuat muka yang tadinya bermodel jajaran genjang itu sedikit memperlihatkan riak riak kepuasan. Tidak salah lagi,"Selamat datang di ramma',Lembah pengharapan". Sambutku menyapa seluruh anggota tim Terkecuali Ara',Hendra dan Ani yang lebih dulu  tiba dari saya. Syukron Ya Gusti, akhirnya nyampe juga.

      Disela yang lain istirahat,kutambah rute berjalan mencari tempat yang pas untuk mendirikan tenda. Melalui beberapa pertimbangan,akhirnya keputusannya kita camp di kaki bukit yang bersebelahan dengan danau sejajar barat daya kompas. Hampir berdiri dan "treek",sudah sewajarnya tenda yang memiliki jam terbang yang cukup padat pabrikan Coleman ini memiliki fiber yang telah rapuh. seperti orang Indonesia pada umumnya,dengan hati-hati kami memodifikasi tenda yang mungkin saja dalam perancangannya membutuhkan waktu yang cukup lama,dimana di tangan orang Indonesia hanya membutuhkan beberapa menit untuk merombak dan menjadikannya bentuk "ideal" versi mereka. Alangkah Ngerinya bangsa ini...xixixi. dan haapp,maka berdirilah dua tenda ala kadarnya yang disambut hujan kemayu selang beberapa menit kemudian,memaksa kami berlindung di dalam ruang setengah oval tersebut sampai hujan reda.

     Senja merangkak,sadar bahwa kemungkinan menyalakan api saat malam sangat kecil mengingat hujan yang membasahi hampir seluruh ranting di lembah, kami memutuskan masak saja berhubung makan siang belum terealisasikan di perjalanan. Layaknya yang penulis sampaikan pada episode selanjutnya,Ulara' da'do' kekenyangan dan meringkuk ke dalam tenda melewatkan senja menuju malam tanpa bintang. Menghadang malam dengan beberapa gelas kopi buatan sendiri,tampak Rivat tengan bercengkrama dengan seangkatannya, Tata Muda,Penduduk desa Panaikang tidak jauh dari lembah. Diseberang tenda tampak para gadis yang sibuk tak terbiasa dengan kondisi alam,wanna take a pee.

     Malam makin serius,Duo Chief yang kemungkinan telah membangun komitmen, terlihat asyik berusaha menyalakan api. Duduk di dalam dapur buatan dari Flysheet yang di bentangkan dengan sebatang kayu di tengahnya, Bersama Hendra membuat coklat panas yang segera menarik perhatian semua peserta,diantaranya Anto dan Ara',disusul Rivat yang meninggalkan Rahmat di pembaringannya (apa moee..). Seringkali terlontar dari mulut Ara' "jadi apami lagi dibiking..??", Serasa tak bijak menjawab,dalam hatiku : "Menikmati alam tidak mesti melakukan sesuatu,cobalah berdiam sejenak dan rasakan sentuhan alam langsung menuju hatimu,Setiap orang memiliki cara masing - masing untuk menemukan keserasiannya dengan alam,maka kaupun akan kubiarkan begitu". Selanjutnya, Tak bisa disangkal lagi,berkumpulnya orang 3 atau lebih di dalam tenda pada malam hari akan memancing pembicaraan yang tidak diketahui hulu dan muaranya. berlansung sampai malam tengah, menciptakan beberapa istilah "ciaa...ciaaa,pepe mimir saaa,apa yang mau ko buktikan dengan bicara begitu..!! yang diinterpretasikan oleh Hendra dengan : apa harapanmu..??".

Sedikit cerita yang mungkin akan menjadi album tersendiri di setiap kami. Album yang mungkin saja akan kami buka di masa yang akan datang untuk bernostalgia ketika kehangatan yang serupa tak lagi ada di masa tua kami.

This is all about..
This is what I have in mind..



(cerita ini sedikit kami improve untuk menyesuaikan narasi dan konteks,dan sebenarnya tak ada akhir dari cerita ini,karena memang kami tak pernah berharap cerita ini berujung/akhir)
Terima kasih.

Salam Lestari,Taufik Maulana | 26 Mei 2012 | 05:13 WITA
      

Posted by
Unknown

More

Copyright © / SiLeNt Ivy

Template by : anakpedalaman / powered by :blogger