aye,my lady...
aye,my lady...
aye,my lady...
aye,my lady...
Hampir setiap perbincangan kuawali memuja, Tuhan pun akan cemburu. Perbincangan yang kadang kita sendiri tak tahu kemana orientasinya. Ada tendensi untuk selalu merayu dengan nada canda,yang kau tangkap mesra dengan candaan pula.
Serius kadang kita,meracau pun kita tak jarang. Serdadu-serdadu harapan kadang menyelinap diantara simbol-simbol raut wajah yang kutekan tanpa berharap selir-selir nuranimu tanggapi, karena seluruh bahasa yang kau keluarkan melegitimasi ke-sendiri-anmu. Tak sekali juga kau selip arak untukku,untuk apa yang sedang kukejar. Memabukkan memang, namun tak cukup untuk membuatku kehilangan sadar dan kehilangan "iya"mu lagi.
Andai kau ijinkan,sekedar bertanya saja : "Seberapa kah aku..??
Penulis malam_ 22.48 / 29-06-2012