Jelajah Gn. Rinjani (3726 mdpl) 2011


                                                    Daya sarwa buthesu (belas kasih kepada sekalian makluk).

    Jika diharuskan memilih satu diantara gugusan gunung di seluruh nusantara,maka tak pelak akan kupilih gunung cinta dewi Anjani ini. Rinjani, begitu gunung ini disebut, gunung tempat pertapaan Damar Wulan sebelum mengalahkan Menak Jinggo. Surga bagi mata ramah tak terjaga, surga para penikmat alam.

    Sebagai penggiat alam bebas,saya menaruh Gunung Rinjani pada posisi teratas dalam daftar "Harus pergi"nya saya,menyusul Gunung Semeru (3676 mdpl) di Malang. Lelah berkutat dengan hal kecil dari masa depan (baca : skripsi), mengusik ide untuk rehat sebelum yudisium. "Yah,kenapa tidak?" Ungkapku setelah terpikirkan untuk melakukan pendakian lagi. "Dengan dana segini,saya rasa sudah bisa". batinku lagi seraya menghitung saldo buku rekening senilai Rp. 1.600,000,-. 

     Seusai ujian akhir, kulanjutkan mencari tahu rekan yang berminat untuk bergabung dalam tim pendakian bersamaku. Tak sesulit memanjat pohon kelapa untuk mendapatkan teman perjalanan, Oghie ikut. Sosok tinggi besar dengan senyum ramah yang tak jarang menghiasi wajahnya. Oghie adalah rekan seangkatan di UKM kampus Technic Study Club (The Eight Session), dia juga tercatat sebagai anggota MAHADIPA (Mahasiswa Dipanegara Pecinta Alam). Kesediaannya dibuktikan dengan mengajakku menemaninya belanja membeli seluruh perlengkapan trekking hari itu juga.

     9 September 2011/23.00 Wita - Benteng Fort Rotterdam. Nada pesan ponsel berbunyi. "1 New Message" dari Oghie yang isinya "ada kudpt tiket tgl 11 jam 04.30 subuh,bemana?". Tanpa banyak berpikir panjang lagi, segera me-reply sms tersebut, "y".

      Tersisa waktu sehari memaksaku menciptakan misi baru,yaitu pelimpahan tugas menjilid skripsi kepada partner skripsi (hehe..paling bisa) dan lanjut pada misi "prepare and packing". Waktu terasa berjalan cepat karena danau Sagara Anakan telah hinggap di angan-angan. Danau dengan luas sekitar 1100 ha dan di  ujung Danau ini terdapat Gunung Barujari yang merupakan Anak dari Gunung Rinjani. Danau yang pada waktu-waktu tertentu sering dipadati umat hindu yang melakukan upacara disini.

     H-1 personil tim bertambah satu, jadi tiga. Iqbal,akrab disapa ci'ba',salah satu rekan Oghie di kampus AMIK Profesional dan UKM Coconut Computer Club. Pendakian adalah hal baru yang ingin dicoba olehnya, Pemuda yang satu ini memilii sense of humor yang tinggi dengan guyonan khas logat makassarnya mampu dengan cepat mengabkrabkan kami yang baru saja bersua.


Berlanjut..
Penulis malam_    




    

Seeds from your tears

Mesra kalimat kadang tak mewakili kebenaran laku.

     Beberapa hari belakangan ini adalah hari yang menjadi khayalan di masa lalu, Ya!,Kamu yang merubah khayalan itu menjadi nyata saat ini. Semulanya tak ada pertanda akan datang khayalan itu dalam bentuk riil,sampai akhirnya itu benar-benar terjadi.

     Syukron Ya Rabb, Terima kasih Lembah Pengharapan karena telah menjelaskan jalan yang ternyata sudah ada tanpa tersadari sebelumnya. Mungkin ini jawaban dari tiga tahun kerelaan melihatmu menjalani harimu dengan dia yang bukan aku. Tiga tahun semenjak kuutarakan perasaanku yang tersendak di kamu, Di kamu yang sebenarnya termiliki.

     Aku tak melihat ini sebagai kesempatan, Tetapi alasan untuk tidak membuatmu larut. Larut akan tingkah dia yang kupercaya bisa senangkanmu. Sulit memang menutup goresan-goresan luka, Butuh waktu dan keberanian untuk melepas, Tapi aku bisa menemanimu melaluinya jika kau izinkan. Tak akan ada pamrih, Tak akan meminta balasan untuk itu.

     Aku akan tetap dengan perasaanku, Namun juga tetap tak akan memaksamu untuk menanggapi. Segala kuasa kuserahkan untuk kau tentukan kini atau nanti. Apapun itu yang kau putuskan, Jangan khawatirkan aku. Tiga tahun mengajarkanku keikhlasan.



Penulis malam_



Dia itu siapa...??

Men act and women appear. Men look at women. Women watch themselves being looked at.”
John Berger, Way of Seeing.


Duduk diatas motor dibawah pohon di area parkir kampus,seperti hari biasa,ngopi darat sambil menunggu kuliah selanjutnya.


Ditemani Ikbal yang asyik dengan presentasinya tentang teman se'paket' waktu semester satu,seolah tanpa bernafas menjelaskan kekagumannya pada sebuah makhluk halus  yang satu itu. Jadi teringat makhluk halusku sendiri (.....................). Gadis Sorong berdarah mayor Enrekang,bermata burung elang tajam di setiap tatapannya,lesung terpahat di dua pipinya,setiap geraknya bagai tarian dari langit,senyum bagai morfin yang bikin mati rasa. "bondeng - bondeng surabaya" istilahku.

Pertama lihat awal kuliah semester 5,waktu itu rambutnya masih telanjang tanpa penutup (baca : kerudung),panjang sepunggung sedikit ikal,beberapa helai off side keluar. Tak henti menatap hingga dia menghilang di balik tembok yang mengarah kantin kampus. Astagfirullah,Ampuni hambamu Ya Rabb Ya Karim,Mata tak kuasa mengikuti jalur  keindahan ciptaan-Mu, meminta hati mengingkari Cinta yang Maha Agung. 

Hari itu menjadi awal munculnya jiwa ke-detektif-an untuk mencari identitas dia yang menyempurnaku. Dari mana asalmu..?? terbuat dari apa dirimu...??  apa yang kau pakai...?? dan apa yang kau tawarkan padaku..?? mengapa hati selalu saja menagih mata untuk melihatmu..?? Ungkapku dalam hati. (puitis abal abal,wkwkwkwk..).

"A weak girls behind a strong mask". Ide pertama yg tersimpulkan dari sedikit data yang sudah di dapatkan selama beberapa hari interogasi. Next day,changing hope to hopeless. "adami pacarnya kak." kata seorang teman dekatnya, Oh my godness, apa yang kau rencanakan buatku...?? kenapa begini lagi...??.

"Berhentima",Kubilang. Setelah hari itu tak ada gerakan cari tau lagi,meditasi mencari beberapa cabang jalan yang bisa ditempuh,baik dan jahat. Apa yang kudapat adalah bahwa neraka terburuk yang dapat dipahami adalah saat seseorang dipisahkan dari yang dicintainya. "itumi jalannya kah..??" 


to be continued......


Makassar,July 03 2010

Copyright © / SiLeNt Ivy

Template by : anakpedalaman / powered by :blogger