Seeds from your tears

Mesra kalimat kadang tak mewakili kebenaran laku.

     Beberapa hari belakangan ini adalah hari yang menjadi khayalan di masa lalu, Ya!,Kamu yang merubah khayalan itu menjadi nyata saat ini. Semulanya tak ada pertanda akan datang khayalan itu dalam bentuk riil,sampai akhirnya itu benar-benar terjadi.

     Syukron Ya Rabb, Terima kasih Lembah Pengharapan karena telah menjelaskan jalan yang ternyata sudah ada tanpa tersadari sebelumnya. Mungkin ini jawaban dari tiga tahun kerelaan melihatmu menjalani harimu dengan dia yang bukan aku. Tiga tahun semenjak kuutarakan perasaanku yang tersendak di kamu, Di kamu yang sebenarnya termiliki.

     Aku tak melihat ini sebagai kesempatan, Tetapi alasan untuk tidak membuatmu larut. Larut akan tingkah dia yang kupercaya bisa senangkanmu. Sulit memang menutup goresan-goresan luka, Butuh waktu dan keberanian untuk melepas, Tapi aku bisa menemanimu melaluinya jika kau izinkan. Tak akan ada pamrih, Tak akan meminta balasan untuk itu.

     Aku akan tetap dengan perasaanku, Namun juga tetap tak akan memaksamu untuk menanggapi. Segala kuasa kuserahkan untuk kau tentukan kini atau nanti. Apapun itu yang kau putuskan, Jangan khawatirkan aku. Tiga tahun mengajarkanku keikhlasan.



Penulis malam_



0 comments:

Copyright © / SiLeNt Ivy

Template by : anakpedalaman / powered by :blogger