Ramma' ,When 2 Beautiful thing's meet. Part 4

      Angin utara seolah membawa kabut tipis turun pelan-pelan mewarnai sabtu subuh Lembanna, Dingin menjadi teman bagi sepuluh ksatria penggalau yang masih terlelap di pangkuan sang mimpi. Adzan subuh terdengar melingkar di langit lembayu dengan tambahan backsound dari pejantan spesies G.Gallus domesticus dari ordo Galliformers kelas Aves kerajaan Animalia (baca mi saja : ayam kampung). Meniru ayam berkokok "Pok..pok...pokk...!!", disambut cengingisan jelita dari dalam kamar. Menerima sensor otak dari telinga, bawah sadarku memanggil halusku yang berkelana untuk kembali ke kasarku dan menanggapi respon eksternal,mengembalikan kesadaran manusiawi."kenapa kaya dekat sekali ini ayam", celotehku bertemu sadar. "Bajiguuur,ayam gondrong pale" batinku setelah mendengar kokokan si troublemaker untuk yang kedua kalinya.

      04:31 Wile,Satu kelopak mata yang masih melekat,kuberanikan diri keluar dari cengkraman selimut penjaga dari serangan dingin yang ternyata masih tembus juga. Separuh pasukan juga sudah terjaga. Kupaksakan beranjak menyiapkan sarapan, diikuti langkah Wana,Puspa dan Ara' yang mondar-mandir dari kamar ke dapur,ambil wudhu'. Berkumpul di ruang tamu,semuanya duduk membungkuk menafikan dingin,menatap bulir bulir Energen yang masih beruap. Sayup terdengar suara MP3 Player mendendang Hitlist Adele - Set fire to the rain.

But there's a side to you that I never knew, never knew
All the things you'd say, they were never true, never true
And the games you'd play, you would always win, always win

But I set fire to the rain
Watched it pour as I touched your face
Well, it burned while I cried
'Cause I heard it screaming out your name, your name
 

     Tak mau didahului,fajar menyeruak angkuh,memberikan peta-peta warna pada bidang bidang perkebunan,refleksi bias sinarnya menyatu dengan kulit keriput warga yang sudah mulai berangkat mengolah kebun masing-masing. Kami pun telah siap."Lampama rong amma'.." pamit dulu sama tuan rumah.

      Awal pendakian dimulai diatas aspal beton kemudian di lanjutkan meniti pematang dan parit kecil (irigasi) kebun warga setempat,Sempat salah jalur sih waktu masih di perkebunan,tapi setelah sedikit fokus dan intersection (pengecekan jalur) akhirnya kembali ke jalan yang benar,seeeeett. Selepas perkebunan warga sebelum memasuki hutan Bawakaraeng (119°56’37” BT dan 05°19’02” LS) Hutan pinus seolah menjadi gerbang penyambut para pendaki. Memasuki hutan pinus kami berhenti sejenak untuk kembali memohon keridhaan Sang maha besar untuk merestui perjalanan kami dan mengirimkan malaikat untuk menemani kami selama pendakian. Ditambah sedikit briefing langkah kamipun menyusuri tanah berkemiringan sekitar 30-45 derajat dengan beberapa batu lepas yang kadang mengecoh. Membutuhkan tenaga yang ekstra untuk mencapai pos 1,apalagi bagi yang lupa warm-up dulu sebelumnya,wah..bisa sampe pucet,trus bilang  "sampe disinima saya deh.."ups!. (penulis salah lagi deh..). Pos 1 ditandai dengan tanah lapang melingkar dengan jalur di sebelah kiri menuju air terjun. Tak selang beberapa lama beristirahat (we have to move on),lanjut menuju pos 2 dengan jalur yang sedikit landai,di sekitar rute menuju pos 2 dikelilingi tanaman perdu liar dengan buah mirip strawberry. Memakan waktu sekitar 25 menit untuk mencapai pos 2,disinilah persimpangan rute menuju puncak dan ke lembah. Dan juga tempat terakhir yang dilalui jaringan provider telekomunikasi seluler. Mendengar ada sinyal,semuanya pada keluarin gadget seluler (bikin wasiat..gegege) kecuali saya,yang tak punya apa apa untuk diwariskan,cuma hati yang sedikit keras kepala (watauww..!!).

      Kembalii ke laapttop..! lanjut lagi belok kanan menapaki jalur datar melewati beberapa sungai kecil dan dua sungai besar yang membutuhkan jembatan yang terbuat dari beberapa batang pohon yang diikat. Sesampainya di sungai terakhir sebelum menaiki punggung talung (dinding lembah),take a rest,re-charging energy and nutrition. Yup,menu pagi ini (agaiin..??) roti bakar ala cak ipo,gelar Anto sambil take a picture on me, Ara' dan Puspa tampak merebahkan badan diatas matras yang di gelar di depan Wana dan Ani yang duduk diatas batu besar,menikmati letih.

      Usai sarapan untuk yang kali keduanya, kemiringan trek yang mencapai grid dua membuat suara suara sumbang muncul dari belakang," masih jauh kah kak..??", "dekatmi..sampe diatas baru turun lagi satu kali,sampemaki", lirihku. Belum sampai di talung,gerak kaki berhenti karena teriakan Ani "ihh..banyak darahnya","matimija..apami itu berdarah",tanggapku dalam hati sambil menoleh kebelakang. Ternyata Jempolnya Ara' tertusuk serpihan batu o_O' (yang manami itu jempolnya..?? :p), Berbekal First Aid Kit seadanya,berlagak sok kedokteran,diriku membalut luka (apaa..?? membalut luka..?? enya' enya'). Masalah terselesaikan,perjalanan berlanjut menuju tepi talung,but very regrettable, Sekiranya malu,Ramma' lagi menutup diri dengan kabut tebal. Mungkin belum jodoh dengan landscape view dari atas talung.

Sudahmi dulu di',biarmi selesainya di part 5 saja..:D.



to be continued (agaiin..??)hehehe.















Copyright © / SiLeNt Ivy

Template by : anakpedalaman / powered by :blogger