Ramma' ,When 2 Beautiful thing's meet. Part 2

      Jumat, 10.34 WITA Kamar kost. Seusai menyeruput Good Day Freeze dengan mulut penuh koyakan donat sisa semalam (balalana..) teringat janji Rivat yang katanya mau datang jam segini trus nemenin belanja ransum,tapi batang telinganya belum kelihatan juga sampe sekarang. " telpon deh..",kubilang dalam hati.

tuuut...tuuuuut....kreek..

Rivat : (setengah berbisik) tayangi rong komandang,ri kampuska anne..
saya : (nda stengah tapi teriak mentong)jang siapa nassulu'ko..? attayang ma anne..
Rivat : (tambah kecil suarana)ero'ma assulu anne...tayangma ri balla'nu..

teeeg. call ended.

     Betul juga,setengah jam kemudian seonggok daging bercampur darah dan tulang dengan tinggi sekitar 168 cm berdiri tepat di pintu kamarku memasang senyumnya yang paling indah (bedee..) "tekamma ji komandang,lampamaki..?" ujarnya selagi melepas sandal galah hitam keluaran EIGER Adventure Gear. Dengan badan masih terlentang di kasur busa sambil mendengar musik yang dimainkan AIMP3 (Blackout-Selalu Ada) :

Chorus:
E                  G#
Tuhan Engkau tahu aku mencintainya
A                         Am
dan tak ada yang bisa mengganti dirinya
E                    G#
Tuhan hanya dia yang selalu ada
A             Am
dalam anganku dalam benakku

"Mbeemoo.." ucapku seraya mengangkat badan dengan sedikit style manja. Standard orang tajir kita pilih belanjanya di Swalayan besutan negeri menara miring,Carrefour. Mungkin pengaruh umur (bukan kau rivat kumaksud..:p),eh lupa bawa checklist belanjaan,terpaksa dengan segala upaya mengandalkan naluri koki (aciaa..aciaa..aciaa..) melibas seluruh bahan yang dianggap perlu.
      02.12 WIPA (Waktu Indonesia bagian Panakkukang) Think that everything has been buyed,ala gaya ibu rumah tangga nenteng bungkusan belanjaan langsung menuju area parkir. Back to base,kuarahkan kembali kuda biruku menuju kamar kost yang juga sebagai gudang persenjataan mountaineering. Dengan segala keribetan,walhasil semua perlengkapan tempur dan ransum tercover dalam carrier 75 + 5  liter pabrikan Consina yang kubeli dari hasil bongkar celengan. "kenapa lama sekali itu orang tua,mana masih mau ambil tenda lagi satu" membatinku lagi mengingat rivat yang katanya mau balik sebentar tapi sudah sejam. setelah coba dial beberapa kali akhirnya dari ujung lorong kelihatan bodi bongsornya mendekat pasang muka innocent.huft. Tanpa membuang waktu lagi meluncur ke checkpoint (Basecamp Technic Study Club) eh singgah dulu di sekretariat Coconut Computer Club pinjam tenda.

    
04.15 Wita. Sedikit lambat dari appointment,meskipun selap-selip sana-sini mirip palengtino rossi. Wah benar dugaanku," Tinggal kita mami ditunggu vat",selaku sambil mengeluarkan ransum yang akan di-split ke semua (bagi rata toh,masa saya semua yang tangkis :|). Checking :

Ransum,ok.

raincoat,ok. 
tenda,ok.
matras,ok.
kompor,ok.
tabung,ok.
Armada,ok.

Check Person :

Hendra Ruse,ada.
Muh. Syawal,ada.

Hermanto Syam,ada.
Rahmat,ada.

Rivat Mahendra,ada.
Saya sendiri,ada.
Siswanti Wiratami anni,ada.
Siswana Asis,ada.
Dewi Puspa,ada.
Sestiani Ruru Bari,ada. (ada kah..?? :p).


"seep,10 orang lengkap,ayo kita kemon..".

      05.02 Wita kami beranjak menuju Lembanna,desa di kaki gunung bawakaraeng,start point para pendaki baik menuju puncak maupun yang hanya ke ramma',ya lembah ramma'. itu tujuan kami.

(oia,sudah habis part 2 kok blum ada penjelasan karakter..?? harusnya kan urutannya
: pengantar, penjelasan karakter, menuju konflik, konflik, lalu selesai..) dasar author bajakang.
 Yo wes lah,daripada tidak ada sama sekali,mending saya tuliskan saja sekarang pemirsa. 


Muh.Syawal,Lahir dengan rasa ingin tahu yang kuat,dengan sedikit keluguannya dia tampil apa adanya,style dan attitude.Porsi tubuh ideal dengan perut sedikit offside,kulit sawo hangus dengan kumis yang dibiarkan tumbuh membuatnya diberi gelar lain selain gelar sarjananya,Cappi'.

Rivat mahendra,Ini orang tuanya kita (1983 qeqeqe),klo mau dipisahkan antara pemikir dan pekerja,dia salah satu tipe pekerja,talk less do more. Dengan kedewasaan tingkat politikus,kebijakannya tak diragukan lagi. Dia suka baca.


Hermanto Syam, Semangat muda,perawakan manis dengan bulu mata lentiknya. Haus akan filosofi kehidupan yang masih asing buatnya. sanguinis mendalam.(juga,paling benci sama homo.)

Hendra Ruse, I just wonder if this man
was born preterm,ato waktu kecil entah kepalanya terbentur dimana sehingga besarnya kok hancur gini..(hehehe,intermezzo bro). katanya dia ini karakternya koleris 40 % sanguinis 30 % melankolis 20% plegmatis 10 %,nah loo..!. pembawaan kocak, di mana ada dia pasti kacau,makanya di panggil si Trouble maker, tapi jauh di dalam hati tersimpan kepedulian yang tulus.

Rahmat,Loyalitas tinggi dan mampu memegang janji. Style sedikit slengean dengan khas celana cargo,si cowok plegmatis ini sempat dipercayakan sebagai koordinator bidang petualangan KPPA SAHARA NUSANTARA.

Siswanti Wiratami Anni,Wanita yang punya hobby olahraga Tae kwon do ini katanya manusia anti-galau,lahir di bulan july memastikan zodiaknya cancer. ceria dengan dialek khas papua dan pasti hadir di setiap sesi foto².Overall,dia unyu'-unyu'.

Siswana Asis,Perempuan prinsipil yang teguh,tidak suka punya utang dan gemar merintih (mama etaee o_O'),seperti karakter pisces pada umumnya memiliki sisi manuasiawi yang besar,penuh cinta,praktis dan suka menghayal. Cokelat adalah warna favoritnya.


Dewi Puspa,yang bahagia,yang ceria,yang heboh itulah dia. karakter dominan sanguinis membuatnya tak henti menggucang orang² di sekitarnya. Tubuh mungil bertenaga kuda yang aktif di berbagai struktur organisasi. Kepastian dan kehendak yang kuat diiringi jiwa toleransi wajar dimiliki seorang berzodiak lambang banteng.

Sestiani Ruru Bari,Wanita dengan mental yang kuat,fast to blend,selera humor yang tinggi dan sedikit keras kepala. Penggemar FC Barcelona ini paling suka curhat dan dimanjain.




 

To be continued...



Copyright © / SiLeNt Ivy

Template by : anakpedalaman / powered by :blogger